Movie Synopsis:
THE BOURNE LEGACY mengisahkan tentang sebuah misi terbaru Organisasi rahasia pertahanan pemerintah yang dipimpin oleh Byer (Edward Norton) mencoba untuk membunuh semua "aset" rekayasa genetika sebagai usaha pencegahan situasi kekacauan seperti yang terjadi pada Jason Bourne sebelumnya. Namun salah satu dari obyek percobaan ini yaitu Aaron Cross (Jeremy Renner) berhasil kabur bersama seorang Ilmuan Marta (Rachel Weisz) dalam sebuah pelarian dan pengejaran yang berbahaya.
THE BOURNE LEGACY adalah adaptasi dari novel keempat karya Eric Van Lustbader yang mencetak best seller saat diterbitkan pertama kali tahun 2004. Penulis naskah 3 film sebelumnya yaitu Tony Gilroy kali ini 'naik jabatan' dengan menjadi Sutradara di film keempat ini. KarakterBourne tidak akan ditampilkan di film ini dan kisah lebih memfokuskan pada karakter baru yang ternyata berhubungan dengan kisah Bourne di 3 film sebelumnya. Gilroy menyebut film ini bukanlan sequel, prequel ataupun reboot, melainkan sebuah istilah baru yaitu "sidequel".
Jeremy Renner akan berakting bersama para bintang yang telah muncul di film sebelumnya seperti Albert Finner, Joan Alle, David Strthairn, dan Scott Glenn yang akan melanjutkan peran mereka terdahulu. Selain itu film ini juga dibintangi oleh Rachel Weisz, Edward Norton, Stacy Keach dan Oscar Isaac yang akan mengisi karakter baru.
I don't mind give it high rating for this movie. I didn't watch the prequel before, for a stand alone movie, Bourne Legacy wins. Breathtaking and intense action, ambush and chase scene. And Tony Gilroy's script is gold.
Jason Bourne yang sudah kita kenal dengan 3 seri sebelomnya memang belom berakhir, masih banyak yang menjadi tanda tanya tentang karakter yang melambungkan nama Matt Damon (yang mengubah image Damon menjadi orang yang 'tough'), namun di tahun ini, karakter Bourne tidak bermain dan digantikan oleh Aaron Cross yang dimainkan oleh bintang yang sedang naik daun Jeremy Renner (i think he had to thank Hurt Locker), namun masih bercerita seputar Bourne, hanya saja ceritanya yang dengan brilian diubah dengan sudut pandang yang berbeda, tanpa memunculkan sosok Damon sama sekali namun digantikan dengan karakter2 yang hampir semuanya baru, kita seperti menyaksikan spin-off.
Untuk yang berharap banyak kalau film ini akan full dengan action, rasanya jangan terlalu berharap, disini terlihat lebih memfokuskan pada gerak gerik karakter baru bernama Aaron Cross dan meskipun agak terlalu lama dan membosankan, di film ini banyak diceritakn lebih detail dunia Jason Bourne itu sendiri yang lebih kompleks dari kelihatannya, disini yang menjadi daya tarik. Performa Edward Norton dan Rachel Weisz sudah tidak diragukan lagi dan penampilan mereka di layar lebar yang bagi saya sudah cukup lama tidak terlihat juga menambah nilai plus film ini.
hanya saja dengan begitu bagusnya Bourne trilogy yang sudah ada, agaknya susah untuk membandingkan dengan seri Legacy ini, namun secara overall film ini tidaklah buruk, mungkin saja sang produser sudah menyiapkan sequelnya lagi dengan mempertemukan Cross dan Bourne dan menutup kisah ini. :)
Tidak seperti Bourne versi Doug Liman, apalagi Paul Greengrass, yang penuh dengan adegan aksi yang diramu intens dan digeber sejak menit pertama, Gilroy memilih pendekatan lain untuk memulai kisah. Bagi yang mengharapkan The Bourne Legacy akan disesaki dengan adegan kejar-kejaran, baku hantam, dan ledakan tanpa jeda, maka bersiap untuk kecewa. Bourne versi Gilroy ini sangat ceriwis dalam bertutur. Sekitar 40 menit pertama, kesabaran penonton – terutama yang tidak menggemari film penuh dialog – benar-benar diuji. Dialog-dialog panjang digunakan untuk menghantarkan kisah. Setelah Cross dan Shearing mendarat di Manila, Anda mendapatkan apa yang Anda tunggu-tunggu sejak awal film. Dengan masih menerapkan style yang tidak jauh berbeda, minus kamera yang sekali ini tidak terlalu ‘bergoyang’, Gilroy membawa penonton ke dalam sebuah suguhan sinematik yang memukau. Adegan kejar-kejaran diramu dengan intens. Lompat sana, lompat sini, mengarungi perkampungan padat penduduk. Yang menjadi ‘highlight’ dari film ini tentunya adegan Cross menunggangi sepeda motor bersama Shearing menghindari kejaran seorang supersoldier yang diperintah Byer untuk menghabisi mereka berdua menembus lalu lintas Manila yang mengerikan. Overall, The Bourne Legacy tidaklah mengecewakan. Dimulai dengan perlahan-lahan, Gilroy menutup The Bourne Legacy dengan aksi gila-gilaan serba cepat yang mendebarkan. Bersedia untuk menanti sekuelnya? Tentu saja.
http://cinetariz.blogspot.com/2012/09/review-bourne-legacy.html
no, guess is not about without Matt Damon that makes this movie biasa-biasa aja, Jeremy Renner did well, as well as Rachel Weisz or Edward Norton (always loved him) ceritanya kaya terlalu dipaksakan buat ditambah-tambah, kalo Treadstone dan Blackbriar itu hanya bagian kecil dari suatu rahasia besar. yang kurang dari film ini jelas Paul Greengrass.
film ini lebih mirip ke James Bond atau ke film secret agent-agent lainnya. jadi ya biasa aja. kalo mau diterusin, yang harus kembali itu ada Paul Greengrass, consider if the real Bourne as we know Matt Damon as a bonus.
kalo kalian suka action movies, go watch this one, but if you are Bourne fan, don't waste your time and your money, will disappoint you.
Jason Bourne yang sudah kita kenal dengan 3 seri sebelomnya memang belom berakhir, masih banyak yang menjadi tanda tanya tentang karakter yang melambungkan nama Matt Damon (yang mengubah image Damon menjadi orang yang 'tough'), namun di tahun ini, karakter Bourne tidak bermain dan digantikan oleh Aaron Cross yang dimainkan oleh bintang yang sedang naik daun Jeremy Renner (i think he had to thank Hurt Locker), namun masih bercerita seputar Bourne, hanya saja ceritanya yang dengan brilian diubah dengan sudut pandang yang berbeda, tanpa memunculkan sosok Damon sama sekali namun digantikan dengan karakter2 yang hampir semuanya baru, kita seperti menyaksikan spin-off.
Untuk yang berharap banyak kalau film ini akan full dengan action, rasanya jangan terlalu berharap, disini terlihat lebih memfokuskan pada gerak gerik karakter baru bernama Aaron Cross dan meskipun agak terlalu lama dan membosankan, di film ini banyak diceritakn lebih detail dunia Jason Bourne itu sendiri yang lebih kompleks dari kelihatannya, disini yang menjadi daya tarik. Performa Edward Norton dan Rachel Weisz sudah tidak diragukan lagi dan penampilan mereka di layar lebar yang bagi saya sudah cukup lama tidak terlihat juga menambah nilai plus film ini.
hanya saja dengan begitu bagusnya Bourne trilogy yang sudah ada, agaknya susah untuk membandingkan dengan seri Legacy ini, namun secara overall film ini tidaklah buruk, mungkin saja sang produser sudah menyiapkan sequelnya lagi dengan mempertemukan Cross dan Bourne dan menutup kisah ini. :)
I don't mind give it high rating for this movie. I didn't watch the prequel before, for a stand alone movie, Bourne Legacy wins. Breathtaking and intense action, ambush and chase scene. And Tony Gilroy's script is gold.
Tidak seperti Bourne versi Doug Liman, apalagi Paul Greengrass, yang penuh dengan adegan aksi yang diramu intens dan digeber sejak menit pertama, Gilroy memilih pendekatan lain untuk memulai kisah. Bagi yang mengharapkan The Bourne Legacy akan disesaki dengan adegan kejar-kejaran, baku hantam, dan ledakan tanpa jeda, maka bersiap untuk kecewa. Bourne versi Gilroy ini sangat ceriwis dalam bertutur. Sekitar 40 menit pertama, kesabaran penonton – terutama yang tidak menggemari film penuh dialog – benar-benar diuji. Dialog-dialog panjang digunakan untuk menghantarkan kisah. Setelah Cross dan Shearing mendarat di Manila, Anda mendapatkan apa yang Anda tunggu-tunggu sejak awal film. Dengan masih menerapkan style yang tidak jauh berbeda, minus kamera yang sekali ini tidak terlalu ‘bergoyang’, Gilroy membawa penonton ke dalam sebuah suguhan sinematik yang memukau. Adegan kejar-kejaran diramu dengan intens. Lompat sana, lompat sini, mengarungi perkampungan padat penduduk. Yang menjadi ‘highlight’ dari film ini tentunya adegan Cross menunggangi sepeda motor bersama Shearing menghindari kejaran seorang supersoldier yang diperintah Byer untuk menghabisi mereka berdua menembus lalu lintas Manila yang mengerikan. Overall, The Bourne Legacy tidaklah mengecewakan. Dimulai dengan perlahan-lahan, Gilroy menutup The Bourne Legacy dengan aksi gila-gilaan serba cepat yang mendebarkan. Bersedia untuk menanti sekuelnya? Tentu saja.
http://cinetariz.blogspot.com/2012/09/review-bourne-legacy.html
no, guess is not about without Matt Damon that makes this movie biasa-biasa aja, Jeremy Renner did well, as well as Rachel Weisz or Edward Norton (always loved him) ceritanya kaya terlalu dipaksakan buat ditambah-tambah, kalo Treadstone dan Blackbriar itu hanya bagian kecil dari suatu rahasia besar. yang kurang dari film ini jelas Paul Greengrass.
film ini lebih mirip ke James Bond atau ke film secret agent-agent lainnya. jadi ya biasa aja. kalo mau diterusin, yang harus kembali itu ada Paul Greengrass, consider if the real Bourne as we know Matt Damon as a bonus.
kalo kalian suka action movies, go watch this one, but if you are Bourne fan, don't waste your time and your money, will disappoint you.
RATE THIS MOVIE