The visual are top notch but Tim Burton never finds a consistent rhythm, mixing campy jokes and gothic spookiness. Dark Shadows suffering imbalance and ridiculous script and all A-list star here couldn't help much. Despite its intriguing trailer, Dark Shadows turn to be dead and boring entertainment.
Dipenuhi dialog menarik, lucu dan adegan aksi dan ledakan yang gila. Mungkin bukan film komik terbaik tetapi Joss Wheddon sukses membawa proyek Marvel paling ambisius sejauh ini.
Modus Anomali tidak bermaksud untuk menyesatkan penontonnya, semua ada disitu semua jawaban dibeberkan dengan jelas oleh sang sutradara Joko Anwar. Dibuka dengan karakter Rio Dewanto yang amnesia, sampai setengah film kita dibuat bertanya-tanya apakah maksud dari film ini dan apa yang terjadi pada karakter-karakternya. Dipertengahan film seperti sebuah adegan video klip yang lebih mirip end credit, pembuka sebelum tabir sesungguhnya, siapa sebenarnya karakter Rio Dewanto. Jawaban yang diberikan Joko sudah sangat gamblang tanpa menyesakan pertanyaan, tapi jika melihat sekali lagi dengan detil akan banyak pertanyaan yang akan muncul di benak kita, pikiran kita dibuat seliar mungkin seperti Rio Dewanto sekaligus diredam oleh jawaban-jawaban yang ditampilkan di layar. Modus Anomali mungkin dapat dinikmati sebagai sebuah film "religi," untuk menikmatinya kita harus bersabar sebelum kejutan yang akan diberikan. Modus Anomali seperti soal ujian, betapa sulit untuk dijawab tetapi jawaban dosen yang sangat gamblang atas kasus itu pun kurang valid, sehingga terkadang menimbulkan ketidakpuasan. Bingung?
21 Jump Street is hilarious. I found it very entertaining but it's not really special for me, well it's offer many good laughs. Johny Depp's cameo was pretty unpredictable, and it has pretty cool music too. Miss high school?
Battleship is more like video game than a movie, I couldn't enjoy any frame as a movie. But for video game, it's really fun and exciting. I really praise the score, really enjoy it. Go see it!
No special treatment for 3D, yes the special thing was I never expereienced Titanic on big screen, so it's cinematic experience. Tiitanic suffers ridiculous story, but that's not James Camron offer. He's offers humanity, not CGI and story.
I think I agree with Rotten Tomatoes' verdict, it's ridiculous fun. "While John Carter looks terrific and delivers its share of pulpy thrills, it also suffers from uneven pacing and occasionally incomprehensible plotting and characterization."
The Hunger Games is not like Harry Potter or Twilight Saga, let's say we must trust the hype. It's thrilling and touching. Gary Ross put this movie-based-on-book more exciting with his hand. Thanks to solid acting from Lawrence.
The Raid is brutal and some say the best action movie of the decade, okay let's say it's only hype. It's mediocre, the plot or acting doesn't seem it's masterclass. But let's forget, the action, direction and score are exciting. The Raid is the new exciting martial art franchise.
Wrath of The Titans is too silly than any Michael Bay's movies? I got no problem with the 3D but the script is already silly, all casts looks bad either. Wrath of The Titans' sequel? Good luck.
While people draw attention to Daniel Radcliffe, pay attention to Jane Goldman's script. Maybe it's not haunted like Asian movies or let's say "Insidious." But it has good script, character and some creepy scene. If you are not jump, maybe the problem is you.
The Artist bukanlah film yang memukau hanya film yang sedang digemari oleh Academy belakangan ini. Pun begitu, The Artist sebuah nostalgia, dibalik kesederhanaannya film ini mampu membawa penonton merasakan era film bisu dan hitam-putih. Bukan film yang luar biasa tapi juga bukan film yang dianggap biasa.
Cerita yang sangat baik, arahan Clooney yang "mulus," didukung akting yang menawan dan score yang menghentak. The Ides of March adalah sebuah film thriller-politic yang cerdas, joke yang dihadirkan pun juga sama baiknya, I laugh my ass off.
11 nominasi Oscar, Martin Scorsese, 5 kemenangan, 3D yang sangat baik tidak menolong banyak cerita film ini yang kekanak-kanakan dan kadang kearah membosankan. It's great movie but for me, it's mediocre.
Terdapat sedikit masalah dalam film ini yang membuat sedikit membosankan, gaya adegan Terrence Malick yang sebenarnya tidak perlu. Gaya kamera Carnahan terlihat realistis dan baik, rauman serigala juga membuat bergidik tetapi entah mengapa tidak ada daya emosi yang kuat ditunjukan dalam film ini. Apalagi film ini ketika menuju ending cenderung kehilangan arah, it's good movie but it deserve better.
Setelah kecewa dengan Paranormal Activity 3, saya agak sedikit skeptis dengan film ini yang bergaya sama. Film yang mungkin diawal akan-dibawa-entah-kemana akan menganggu penonton awam yang bingung dengan genre film yang ditonton. Setelah cerita bergulir kita mulai mengerti tentang film ini, walau mungkin cerita bukan kekuatan film ini, tapi gaya found footage disini sangat liar dan luar biasa dibanding Cloverfield dan film-film bergaya sama. Dan juga akting pemerannya yang natural dan meyakinkan, kita akan menunggu bagaimana kesuksesan film ini dan ada keputusan sekuelnya. Mungkin "Leonardo DiCaprio" muda akan bangkit dengan kemampuan super baru, rapid regeneration mungkin. Durasi yang sebentar begitu terasa lama. Mungkin film yang cukup berjalan lambat, tapi tidak mengganggu intensitas film ini.
Sebuah film komedi romantis tentang sepasang "teman seks" yang bagus, konyol dan menyentuh. Dengan dialog yang cerdas dan chemistry Justin Timberlake dan Mila Kunis yang ciamik membuat bagian yang sedikit membosankan terlupakan. Sebuah yang jauh lebih superior dibanding No String Attached atau film komedi romantis yang dirilis Hollywood belakangan ini.
Nostalgia, klasik, joke-joke yang segar dan lagu yang manis. Membuktikan bahwa film-film anak-anak yang dapat dinikmati semua umur dapat dibuat seperti ini tanpa terlihat kasar dan kekanak-kanakan. Karakter-karakter The Muppets terlihat humanis sekali dan peran pendukung lainnya juga turut andil seperti Jason Segel, Amy Adams, Rashida Jones dan Chris Cooper. Dengan menyelipkan humor proses pembuatan film seperti montase juga terlihat segar, disertai kutipan "Maniacal laugh. Maniacal laugh." Membuat The Muppets sulit dikatakan sebagai film anak-anak dan nostalgia semata.
Film tentang mantan perdana menteri Inggris yang mungkin lebih dekat disebut sebagai "fantasi" dibanding biopik. Penampilan luar biasa dari Meryl Streep (Academy, give her that statue) menolong film yang kualitasnya naik-turun ini. Dengan jalan cerita non-linear dengan menitik beratkan kehidupan Thatcher di masa tuanya bukanlah ide yang buruk hanya saja sedikit membosankan. Pun begitu, film ini patut diacungi jempol dalam mendeskripsikan sikap kepimpinan yang berani dan keras Thatcher yang sering menimbulkan kontroversi dibanding persetujuan. Mungkin daya tarik disini memang Meryl Streep tapi kita dapat mempelajari bagaimana kepemimpinan, keputusan, pikiran, perasaan dan tanggung jawab terhadap rakyat. Selanjutnya, kalian akan berpikir "Apakah pemimpin harus tidak memiliki perasaan?"
Entah saya memang yang tidak suka dengan film ini atau memang film ini tidak bagus. Film pertama saya tonton di DVD, kurang bagus sebagian berpendapat karena tidak nonton di bioskop. Untuk yang kedua saya tidak menonton karena memang tak tertarik. Untuk yang ketiga saya coba karena mendapat buzz yang positif dan hasilnya tidak ada yang membuat saya tertarik. Tidak ada yang meyeramkan selain pergerakan kamera kipas yang cukup "menyebalkan". Sisanya membosankan. Mungkin kita sudah lelah dengan franchise ini, berhentilah menjadi Saw yang baru.
Tidak ada yang menyeramkan disini. Dengan prolog yang begitu meyakinkan dan adegan disturbing yang harusnya bisa lebih hardcore, Don't Be Afraid Of The Dark agak sedikit kurang dalam membawa visi horor. Keterikatan emosional juga kurang dan akting pemain cenderung datar. Walau endingnya cukup baik, tapi diakhiri dengan epilog yang cukup dapat membuat mengenyutkan dahi. Monster atau makhluk halus disini juga tidak menyeramkan. Jangan takut akan gelap selama kau punya senter atau polaroid, atau menjauh saja dari manor.
Puss in Boots is funny, eye-catching animation but somewhat missing. "Adult entertainment." It's for the kids, really work, but don't bring a date. It lacks of emotion.
Guy Ritchie delivers his lurid best. I don't think that Moriarty was the worth enemy for Holmes. I got dizzy, lousy acts. Don't enjoy the talk, "the game," enjoy the slow-motion action scene, the forest scene was my favorite.
Brad Bird takes a new level. Many pumping-action scene, good storyline. It works for big-budget popcorn entertainment. Mission: Impossible Ghost Protocol is the best on franchise to date.
Surprisingly good. I like it, sweet. I don't get any serious problem with it. Reminds me to the first movie, and I though casts "increase" their performance.
It's all about f*ck, penis, vagina. That I really hate is I try so hard to laugh, but there's few scene made me laugh easily. Anyway Portman still charismatic than others. Don't waste your time, leave it.
Mungkin ini bisa lebih dinikmati sebagai dokumenter tentang epidemi dibanding virus thriller. Semua penjelasan medis sangat bermanfaat untuk pengetahuan baru. Hampir tidak ada yang istimewa dalam film ini. Walau semua departemen terbilang sangat baik. Permainan akting yang tak usah diragukan lagi, skrip yang rapi, musik yang cool, penyutradaraan yang indah - sayang film yang terlalu humanis memang terlihat cenderung datar, walau ada beberapa adegan yang membuat merinding. Jadi kapan lagi bisa melihat film tentang virus yang melanda dunia dengan Kate Winslet sebagai heroine?
Kill List is a must watch. Anda cukup melihat rating bintang yang saya berikan. Nuansa horor yang alami, drama intens, suasana mistis, score yang menganggu ketenangan, storytelling yang rapi, adegan brutal dan gaya sepanjang film yang abstrak, banyak jump cuts dan time cuts di sepanjang film. Adegan terowongan dan beberapa adegan sangat horor dan disturbing. Dan endingnya bikin mulut menganga.
Superb cinematography, awesome direction and great 3D. Tapi ceritanya kekanak-kanakan, sedikit sulit dinikmati. Spielberg presents an ultimate adventure.
The movie itself should be great. The premise, message - will punch you in the head. But if you didn't understand anything from this movie, there's nothing wrong with you, yes, the problem is the movie. But anyway Ribisi performance and the dialogue are clever.
The most interesting to see this movie is Mr. Bean. There was laugh out loud moment and also the corny ones. Oh ya, besides English you must be see The Cleaner Killer, hahahaaaaaaa. But I admit the movie was terribly awful.
Warrior merupakan film olahraga yang membosankan. Drama yang dibangun juga berjalan datar. Untunglah penampilan Tom Hardy dan pertandingan di atas ring menolong. Pertandingan terakhir drive me insane, seru sekaligus terharu.
Sexy and bad ass assassin. Zoe Saldana deserve better than this. It was sucks, really, really sucks, nothing to do with it. I though it could be be great, the trailer looks great and my expectation was so high.
Tak ada yang spesial di Final Destination 5, itu-itu saja. Walau mendapat kritik yang lebih baik dibanding keempat film sebelumnya, tapi saya tetap menyukai installment ketiga. Cukup diakui, penjelasan dan cerita di film ini cukup rapi, dan adegan kematian disini tetap sukses buat merinding walau kita tahu berlebihan (Candice's death FTW). Tonton dalam 3D, tidak spesial, hanya gimmick, tapi sound digital jauh lebih gahar, scoringnya lebih 'disturbing' dibanding yang ada di layar.
Saya lebih terkesan dengan kebrutalan kera-kera yang cukup disturbing dibanding akting menyentuh dari Andy Serkis. Rise/Apes was really good, scorenya menghentakan telinga tapi endingnya cukup, err kurang memuaskan.
Even not bad like Thor. There's nothing special on Captain America. You shouldn't worry, The Avengers looks kick-ass (post-credit scene for clue). So there.
Bukan sebuah sekuel yang buruk dan komedi yang payah. Hanya tone ceritanya agak sedikt dipaksakan, suasana 'darky' juga tidak terlalu terasa. Yang paling patut diacungi jempol adalah karakter yang disuarakan Gary Oldman, Oldman sangat luar biasa membuat Lord Shen hidup. After all, Kung Fu Panda 2 masih dapat dinikmati berkat animasi dan musik yang cukup ciamik.
127 Hours ritmenya lambat untuk idak dikatakan membosankan. Musik yang indah, gaya penyutrdaraan Boyle, akting Franco dan sinematografi yang ciamik, ending yang bikin mewek, dan pesan kehidupan yang luar biasa. 127 Hours adalah sajian tontonan yang indah dan sekaligus tak boleh dilewatkan.
The Tree of Life bukan untuk penonton yang mengharapkan hiburan di bioskop. The Tree of Life merupakan sebuah perjalanan batin dan religius bagi setiap penontonnya. The Tree of Life mungkin tidak utuh sebagai film yang sempurna, ada beberapa adegan yang terlalu panjang dan sedikit kurang dapat dinikmati seperti adegan universe. Tapi tidak ada yang biasa-biasa di The Tree of Life, setiap adegan bernarasi tentang Tuhan, menggambarkan indahnya kehidupan, menyentuh hati. Menonton The Tree of Life harus menggunakan hati nurani dibanding analisis pikiran, setiap adegan adalah pesan tak ternilai.
Saat filmnya akan muncul di bioskop, saya sangat menantikan, dan penantian saya terkubur dengan masalah pajak. Setelah menontonnya di rumah, penantian saya tidak terbayar dengan karya yang layak. Filmnya berjalan lambat, terlalu membingungkan dan malah cenderung tidak konsisten dengan konsep biro penyesuaian, dan endingnya pun terlalu terlihat buruk. Tapi overall film ini menghibur, seandainya dapat jauh lebih konsisten dan rapi, film ini bakal lebih nge-hits.
Instant fairy tale set on contemporary era packed with fascinating performance, wonderful score and intense action. Just like David Lynch said Wright world is wild at heart and weird on top.
Instant fairy tale set on contemporary era packed with fascinating performance, wonderful score and intense action. Just like David Lynch said Wright world is wild at heart and weird on top.
Outstanding and charismatic performance by The Beaver, and also Mel Gibson and Jodie Foster. Beautifully directed, touching story, but not enough satisfying. Screen become black when outstanding trio are going off.
Strong script, touching performance, good direction, cool music and intense action. X-Men: First Class is the perfect summer trip and one of great movies this year. Full review here.
Dengan premis yang menjanjikan dan ekspektasi yang cukup besar, film ini ternyata sangat flop. Saya tidak akan berbicara tentang departemen akting yang memang sudah sangat kurang. Dari segi eksekusi cerita, film ini sangat dipaksakan, dan tidak ada klimaks yang memuaskan. Sangat disayangkan, untungnya nonton gratis. Sangat tidak worth untuk ditonton, walau anda suka kisah cinta remaja.
Akting Moses dan kawan-kawan diawal memang meyakinkan, sangat menyebalkan. Walau skripnya kurang bagus dan aktingnya standar, film ini cukup baik, menegangkan sekaligus lucu, film yang menghibur di musim panas yang 'dingin' ini.
Bisa saja menjadi sangat bagus jika akting-akting pemainnya jauh lebih matang dan naskahnya bisa lebih fokus. But overall film ini cukup solid untuk sebuah hiburan.
Mengutip perkataan dari Total Film "Bagi kalian semua yang terganggu atau tidak suka dengan suara keributan yang keras, lebih baik menghindari film ini, score-nya sangat kuat pengaruhnya." Untuk sebuah horor, Insidious memiliki plot yang kurang kuat. Seram? TIdak terlalu, hanya musuh besar yang muncul di akhir film memang sangat menakutkan, "mengkombinasikan warna Darth Maul dengan iblis yang sering kita lihat di film-film lain. Dan, setelah itu yang bersuara keras, yang berteriak bukan hanya soundtracknya. Tapi seisi gedung bioskop."
Pertama kali nonton horror Thailand di bioskop, dulu jaman kecil pernah nonton di DVD tapi gak pernah full. Denger-denger horor Thailand juara, tapi film ini bisa dibilang mengecewakan. Gak serem-serem amat bahkan kadang konyol. Plot juga hambar malah cenderung berantakan. Para akting pemain juga terlihat tidak solid. Kontras gambarpun terlihat gelap.
Satu-satunya alasan saya menonton film ini karena saya terlahir di generasi berbeda dengan John Carpenter dan saya ingin menonton filmnya di bioskop. Dengan julukan Master of Horor sangat disayangkan Carpenter membuat film seperti ini. Untuk saya yang penaku,t film ini sama sekali tidak ada serem-seremnya. Untuk hal-hal yang lain seperti skrip, akting sama saja. Maaf John Carpenter come back-mu tak sukses. Salah satu dari tiga film terburuk tahun ini setelah Sucker Punch dan London Boulevard. masih jauh lebih bagus film Indonesia berjudul hampir mirip, ya kan?
Musik opening sequence? Cool. Adegan pertarungan pertama Baby Doll? Lumayan. Musiknya? Luar biasa. Sisanya? Sampah, cari film lain yang lebih bermutu. Mungkin jika mengajak yang doyan video game akan dapat bernostalgia. Keponakan saya bahkan bingung ini film atau video game. Kenapa Snyder membuat 2 film kurang bagus belakangan ini? Mudah-mudahan Superman bakal sangat bagus seperti apa yg dilakukan Nolan utk Batman, biar bisa hilang 'benci' saya sama hero itu seperti kepada Batman saat nonton The Dark Knight.
Walau trailernya tidak meyakinkan, film ini melewati batas ekspektasi saya. Musik yg keren, direction yang bikin 'nge-fly' dan akting karismatik Bradley Cooper. Sayang skripnya tak berjalan lancar dan durasinya terlalu lama.
Walau membosankan diawal tetapi film ini bisa dibilang sangat bagus. Tentang kesedihan, ketidakrelaan, keikhlasan, kehidupan yang pahit, semesta paralel - film yang akan membuatmu menangis. Permainan akting Aaron Eckhart dan Nicole Kidman luar biasa.
More Michael Bay than ever? Meet the pretty guy, Alex Pettyfer, he is number four, he can shoot magnetic energy from his hand but he's not Iron Man, he's an alien. He has some issue like bad acting (and also everyone here). Anyway, why we need romance for this dissapointing action flick? The really good point for this is the number six, Teresa Palmer. How about we change the title to 'I Am Number Six'?
Filmnya cukup lucu walau gak terlalu (mungkin kurang familiar dgn joke-joke Inggris), walau gory tapi jg tdk spesial. Yg paling spesial disini atmosfir ketegangannya yg bisa dibilang sangat bagus. Sayang animo penonton film ini sedikit sekali, terbukti belum seminggu perilisannya tinggal diputar di 2 site di Jakarta.
Bukan sebuah film yang bagus, dilihat dari sisi cerita dan akting beberapa pemainnya. Tetapi Trust menyuguhkan pesan moral yang sangat bagus, salah satunya bagaimana cara menghadapi anak yang sedang bermasalah.
A mindfuck? Inception? Source Code is confusing but exciting. It's not just a technical level like Inception, it's also blend humour and drama although I admit a little pointless. Great script, acting and direction - beware Duncan Jones will blown you away.
Sangat disayangkan kita tidak dapat menikmati Sanctum 3D. Cukup memuaskan dari segi visual dan drama ayah - anak tetapi sayangnya akting dan plotnya terlalu payah.
I don't think it's great movie, doesn't offer any twist in this courtroom drama thriller formula. But its pretty hard if you miss a few scene. With charming and solid cast, this movie you should watch, good and pretty enjoyable.
Murni film kelas B: seks, kekerasan, cerita dan efek visual yang cheesy. Tetapi saya akui film ini menghibur, lucu dan memiliki musik yang cool. Pretty watchable.
Smart and with integrity, blend fact-based biopic, documentary (with some actual footage), drama and politic. Sean Penn and Naomi Watts are good pairing, it will thrill you out!
Setelah melihat Hello Stranger dan review-review positif atas film ini, saya langsung tertarik menontonnya. Memang film yang segar, lucu dan menyentuh. Terlepas dari kekurangannya, film ini tampil apik, karena film drama romatis tidak membutuhkan plot yang luar biasa tetapi dapat membuat penontonnya terhipnotis dengan kisahnya. Film ini sekilas seperti film dan sinetron Indonesia yah, apalagi pemain-pemainnya ada yang mirip orang Indonesia, hehe mudaha-mudahan film dan sinetron kita bisa sesegar ini di masa mendatang. Overall film-film komedi romantis Thailand harus ada di daftar nonton kalian jika film-film tersebut meraih review yang cukup/sangat positif
Led by captivating performances from Mark Wahlberg, Christian Bale, Melissa Leo and Amy Adams, The Fighter is a solidly entertaining, albeit predictable, entry in the boxing drama genre.
It's not movie (see how it bad: editing, script and acting). I's Burlesque, when 'naughty' girl dance and *some* sing. I like the stage performance, Bound To You and Express part especially closing ones: Show Me How You Burlesque. I hope Xtina will be better next time, assume like Justin Timberlake in The Social Network.
Not so funny and good script I think, but the action (especially Kato's vision) and Michel Gondry's Eternal Sunshine visual is looking good. See it in 3D, pretty good for convertion. Hope Deathly Hallows Part II will do the same. 3/5
Walau cerita (terutama bagian ending) tidak di eksekusi dengan baik, tapi keindahan pemandangan, ketenangan, ketegangan, dan musik yang cukup cool membuat film ini bisa dibilang cukup luar biasa
Although not as amazing as Dragon Tattoo but it's better than Played With Fire. Curious how Fincher will amaze us with this trilogy remake. Can't wait December.
Film drama politik yang jujur dan brilian. Kita disuguhkan keteguhan prinsip seorang Rachel sebagai jurnalis untuk tidak mengungkap sumbernya walau dalam tekanan apapun, tetapi kenyataannya walau dia mau dia tidak bisa karena publik dan pemerintah tidak akan mempercayainya karena cukup sulit diterima akal sehat. Sebuah film yang sangat sayang untuk dilewatkan.
Film yang terlalu gelap untuk ditonton, sampai-sampai kamu tidak tahu apa yang terjadi di bawah air. Film ini sangat cocok bagi pecinta genre gore yang gila-gilaan.
Movie Reviews
The visual are top notch but Tim Burton never finds a consistent rhythm, mixing campy jokes and gothic spookiness. Dark Shadows suffering imbalance and ridiculous script and all A-list star here couldn't help much. Despite its intriguing trailer, Dark Shadows turn to be dead and boring entertainment.
Dipenuhi dialog menarik, lucu dan adegan aksi dan ledakan yang gila. Mungkin bukan film komik terbaik tetapi Joss Wheddon sukses membawa proyek Marvel paling ambisius sejauh ini.
Modus Anomali tidak bermaksud untuk menyesatkan penontonnya, semua ada disitu semua jawaban dibeberkan dengan jelas oleh sang sutradara Joko Anwar. Dibuka dengan karakter Rio Dewanto yang amnesia, sampai setengah film kita dibuat bertanya-tanya apakah maksud dari film ini dan apa yang terjadi pada karakter-karakternya. Dipertengahan film seperti sebuah adegan video klip yang lebih mirip end credit, pembuka sebelum tabir sesungguhnya, siapa sebenarnya karakter Rio Dewanto. Jawaban yang diberikan Joko sudah sangat gamblang tanpa menyesakan pertanyaan, tapi jika melihat sekali lagi dengan detil akan banyak pertanyaan yang akan muncul di benak kita, pikiran kita dibuat seliar mungkin seperti Rio Dewanto sekaligus diredam oleh jawaban-jawaban yang ditampilkan di layar. Modus Anomali mungkin dapat dinikmati sebagai sebuah film "religi," untuk menikmatinya kita harus bersabar sebelum kejutan yang akan diberikan. Modus Anomali seperti soal ujian, betapa sulit untuk dijawab tetapi jawaban dosen yang sangat gamblang atas kasus itu pun kurang valid, sehingga terkadang menimbulkan ketidakpuasan. Bingung?
21 Jump Street is hilarious. I found it very entertaining but it's not really special for me, well it's offer many good laughs. Johny Depp's cameo was pretty unpredictable, and it has pretty cool music too. Miss high school?
Battleship is more like video game than a movie, I couldn't enjoy any frame as a movie. But for video game, it's really fun and exciting. I really praise the score, really enjoy it. Go see it!
No special treatment for 3D, yes the special thing was I never expereienced Titanic on big screen, so it's cinematic experience. Tiitanic suffers ridiculous story, but that's not James Camron offer. He's offers humanity, not CGI and story.
I think I agree with Rotten Tomatoes' verdict, it's ridiculous fun. "While John Carter looks terrific and delivers its share of pulpy thrills, it also suffers from uneven pacing and occasionally incomprehensible plotting and characterization."
The Hunger Games is not like Harry Potter or Twilight Saga, let's say we must trust the hype. It's thrilling and touching. Gary Ross put this movie-based-on-book more exciting with his hand. Thanks to solid acting from Lawrence.
The Raid is brutal and some say the best action movie of the decade, okay let's say it's only hype. It's mediocre, the plot or acting doesn't seem it's masterclass. But let's forget, the action, direction and score are exciting. The Raid is the new exciting martial art franchise.
Wrath of The Titans is too silly than any Michael Bay's movies? I got no problem with the 3D but the script is already silly, all casts looks bad either. Wrath of The Titans' sequel? Good luck.
While people draw attention to Daniel Radcliffe, pay attention to Jane Goldman's script. Maybe it's not haunted like Asian movies or let's say "Insidious." But it has good script, character and some creepy scene. If you are not jump, maybe the problem is you.
The Artist bukanlah film yang memukau hanya film yang sedang digemari oleh Academy belakangan ini. Pun begitu, The Artist sebuah nostalgia, dibalik kesederhanaannya film ini mampu membawa penonton merasakan era film bisu dan hitam-putih. Bukan film yang luar biasa tapi juga bukan film yang dianggap biasa.
Cerita yang sangat baik, arahan Clooney yang "mulus," didukung akting yang menawan dan score yang menghentak. The Ides of March adalah sebuah film thriller-politic yang cerdas, joke yang dihadirkan pun juga sama baiknya, I laugh my ass off.
11 nominasi Oscar, Martin Scorsese, 5 kemenangan, 3D yang sangat baik tidak menolong banyak cerita film ini yang kekanak-kanakan dan kadang kearah membosankan. It's great movie but for me, it's mediocre.
Terdapat sedikit masalah dalam film ini yang membuat sedikit membosankan, gaya adegan Terrence Malick yang sebenarnya tidak perlu. Gaya kamera Carnahan terlihat realistis dan baik, rauman serigala juga membuat bergidik tetapi entah mengapa tidak ada daya emosi yang kuat ditunjukan dalam film ini. Apalagi film ini ketika menuju ending cenderung kehilangan arah, it's good movie but it deserve better.
Setelah kecewa dengan Paranormal Activity 3, saya agak sedikit skeptis dengan film ini yang bergaya sama. Film yang mungkin diawal akan-dibawa-entah-kemana akan menganggu penonton awam yang bingung dengan genre film yang ditonton. Setelah cerita bergulir kita mulai mengerti tentang film ini, walau mungkin cerita bukan kekuatan film ini, tapi gaya found footage disini sangat liar dan luar biasa dibanding Cloverfield dan film-film bergaya sama. Dan juga akting pemerannya yang natural dan meyakinkan, kita akan menunggu bagaimana kesuksesan film ini dan ada keputusan sekuelnya. Mungkin "Leonardo DiCaprio" muda akan bangkit dengan kemampuan super baru, rapid regeneration mungkin. Durasi yang sebentar begitu terasa lama. Mungkin film yang cukup berjalan lambat, tapi tidak mengganggu intensitas film ini.
Sebuah film komedi romantis tentang sepasang "teman seks" yang bagus, konyol dan menyentuh. Dengan dialog yang cerdas dan chemistry Justin Timberlake dan Mila Kunis yang ciamik membuat bagian yang sedikit membosankan terlupakan. Sebuah yang jauh lebih superior dibanding No String Attached atau film komedi romantis yang dirilis Hollywood belakangan ini.
Nostalgia, klasik, joke-joke yang segar dan lagu yang manis. Membuktikan bahwa film-film anak-anak yang dapat dinikmati semua umur dapat dibuat seperti ini tanpa terlihat kasar dan kekanak-kanakan. Karakter-karakter The Muppets terlihat humanis sekali dan peran pendukung lainnya juga turut andil seperti Jason Segel, Amy Adams, Rashida Jones dan Chris Cooper. Dengan menyelipkan humor proses pembuatan film seperti montase juga terlihat segar, disertai kutipan "Maniacal laugh. Maniacal laugh." Membuat The Muppets sulit dikatakan sebagai film anak-anak dan nostalgia semata.
Film tentang mantan perdana menteri Inggris yang mungkin lebih dekat disebut sebagai "fantasi" dibanding biopik. Penampilan luar biasa dari Meryl Streep (Academy, give her that statue) menolong film yang kualitasnya naik-turun ini. Dengan jalan cerita non-linear dengan menitik beratkan kehidupan Thatcher di masa tuanya bukanlah ide yang buruk hanya saja sedikit membosankan. Pun begitu, film ini patut diacungi jempol dalam mendeskripsikan sikap kepimpinan yang berani dan keras Thatcher yang sering menimbulkan kontroversi dibanding persetujuan. Mungkin daya tarik disini memang Meryl Streep tapi kita dapat mempelajari bagaimana kepemimpinan, keputusan, pikiran, perasaan dan tanggung jawab terhadap rakyat. Selanjutnya, kalian akan berpikir "Apakah pemimpin harus tidak memiliki perasaan?"
Entah saya memang yang tidak suka dengan film ini atau memang film ini tidak bagus. Film pertama saya tonton di DVD, kurang bagus sebagian berpendapat karena tidak nonton di bioskop. Untuk yang kedua saya tidak menonton karena memang tak tertarik. Untuk yang ketiga saya coba karena mendapat buzz yang positif dan hasilnya tidak ada yang membuat saya tertarik. Tidak ada yang meyeramkan selain pergerakan kamera kipas yang cukup "menyebalkan". Sisanya membosankan. Mungkin kita sudah lelah dengan franchise ini, berhentilah menjadi Saw yang baru.
Tidak ada yang menyeramkan disini. Dengan prolog yang begitu meyakinkan dan adegan disturbing yang harusnya bisa lebih hardcore, Don't Be Afraid Of The Dark agak sedikit kurang dalam membawa visi horor. Keterikatan emosional juga kurang dan akting pemain cenderung datar. Walau endingnya cukup baik, tapi diakhiri dengan epilog yang cukup dapat membuat mengenyutkan dahi. Monster atau makhluk halus disini juga tidak menyeramkan. Jangan takut akan gelap selama kau punya senter atau polaroid, atau menjauh saja dari manor.
Puss in Boots is funny, eye-catching animation but somewhat missing. "Adult entertainment." It's for the kids, really work, but don't bring a date. It lacks of emotion.
Guy Ritchie delivers his lurid best. I don't think that Moriarty was the worth enemy for Holmes. I got dizzy, lousy acts. Don't enjoy the talk, "the game," enjoy the slow-motion action scene, the forest scene was my favorite.
Brad Bird takes a new level. Many pumping-action scene, good storyline. It works for big-budget popcorn entertainment. Mission: Impossible Ghost Protocol is the best on franchise to date.
Surprisingly good. I like it, sweet. I don't get any serious problem with it. Reminds me to the first movie, and I though casts "increase" their performance.
It's all about f*ck, penis, vagina. That I really hate is I try so hard to laugh, but there's few scene made me laugh easily. Anyway Portman still charismatic than others. Don't waste your time, leave it.
Mungkin ini bisa lebih dinikmati sebagai dokumenter tentang epidemi dibanding virus thriller. Semua penjelasan medis sangat bermanfaat untuk pengetahuan baru. Hampir tidak ada yang istimewa dalam film ini. Walau semua departemen terbilang sangat baik. Permainan akting yang tak usah diragukan lagi, skrip yang rapi, musik yang cool, penyutradaraan yang indah - sayang film yang terlalu humanis memang terlihat cenderung datar, walau ada beberapa adegan yang membuat merinding. Jadi kapan lagi bisa melihat film tentang virus yang melanda dunia dengan Kate Winslet sebagai heroine?
Kill List is a must watch. Anda cukup melihat rating bintang yang saya berikan. Nuansa horor yang alami, drama intens, suasana mistis, score yang menganggu ketenangan, storytelling yang rapi, adegan brutal dan gaya sepanjang film yang abstrak, banyak jump cuts dan time cuts di sepanjang film. Adegan terowongan dan beberapa adegan sangat horor dan disturbing. Dan endingnya bikin mulut menganga.
Superb cinematography, awesome direction and great 3D. Tapi ceritanya kekanak-kanakan, sedikit sulit dinikmati. Spielberg presents an ultimate adventure.
Hobo With A Shotgun is hell, metaphor, not-your-dating-entertainment, and an INAFFF experience. Gory, bloody, ridiculous fun.
The movie itself should be great. The premise, message - will punch you in the head. But if you didn't understand anything from this movie, there's nothing wrong with you, yes, the problem is the movie. But anyway Ribisi performance and the dialogue are clever.
The most interesting to see this movie is Mr. Bean. There was laugh out loud moment and also the corny ones. Oh ya, besides English you must be see The Cleaner Killer, hahahaaaaaaa. But I admit the movie was terribly awful.
Warrior merupakan film olahraga yang membosankan. Drama yang dibangun juga berjalan datar. Untunglah penampilan Tom Hardy dan pertandingan di atas ring menolong. Pertandingan terakhir drive me insane, seru sekaligus terharu.
Terlepas dari segala kekurangannya dan ending yang tertebak dan corny, Super 8 tampil mengagumkan sekaligus menyegarkan.
Sexy and bad ass assassin. Zoe Saldana deserve better than this. It was sucks, really, really sucks, nothing to do with it. I though it could be be great, the trailer looks great and my expectation was so high.
Tak ada yang spesial di Final Destination 5, itu-itu saja. Walau mendapat kritik yang lebih baik dibanding keempat film sebelumnya, tapi saya tetap menyukai installment ketiga. Cukup diakui, penjelasan dan cerita di film ini cukup rapi, dan adegan kematian disini tetap sukses buat merinding walau kita tahu berlebihan (Candice's death FTW). Tonton dalam 3D, tidak spesial, hanya gimmick, tapi sound digital jauh lebih gahar, scoringnya lebih 'disturbing' dibanding yang ada di layar.
Saya lebih terkesan dengan kebrutalan kera-kera yang cukup disturbing dibanding akting menyentuh dari Andy Serkis. Rise/Apes was really good, scorenya menghentakan telinga tapi endingnya cukup, err kurang memuaskan.
Even not bad like Thor. There's nothing special on Captain America. You shouldn't worry, The Avengers looks kick-ass (post-credit scene for clue). So there.
I just don't know how. THOR was goddamn awful & silly. Probably with the script. But Hiddleston was great. I should worry with First Avenger now.
Bukan sebuah sekuel yang buruk dan komedi yang payah. Hanya tone ceritanya agak sedikt dipaksakan, suasana 'darky' juga tidak terlalu terasa. Yang paling patut diacungi jempol adalah karakter yang disuarakan Gary Oldman, Oldman sangat luar biasa membuat Lord Shen hidup. After all, Kung Fu Panda 2 masih dapat dinikmati berkat animasi dan musik yang cukup ciamik.
127 Hours ritmenya lambat untuk idak dikatakan membosankan. Musik yang indah, gaya penyutrdaraan Boyle, akting Franco dan sinematografi yang ciamik, ending yang bikin mewek, dan pesan kehidupan yang luar biasa. 127 Hours adalah sajian tontonan yang indah dan sekaligus tak boleh dilewatkan.
The Tree of Life bukan untuk penonton yang mengharapkan hiburan di bioskop. The Tree of Life merupakan sebuah perjalanan batin dan religius bagi setiap penontonnya. The Tree of Life mungkin tidak utuh sebagai film yang sempurna, ada beberapa adegan yang terlalu panjang dan sedikit kurang dapat dinikmati seperti adegan universe. Tapi tidak ada yang biasa-biasa di The Tree of Life, setiap adegan bernarasi tentang Tuhan, menggambarkan indahnya kehidupan, menyentuh hati. Menonton The Tree of Life harus menggunakan hati nurani dibanding analisis pikiran, setiap adegan adalah pesan tak ternilai.
Saat filmnya akan muncul di bioskop, saya sangat menantikan, dan penantian saya terkubur dengan masalah pajak. Setelah menontonnya di rumah, penantian saya tidak terbayar dengan karya yang layak. Filmnya berjalan lambat, terlalu membingungkan dan malah cenderung tidak konsisten dengan konsep biro penyesuaian, dan endingnya pun terlalu terlihat buruk. Tapi overall film ini menghibur, seandainya dapat jauh lebih konsisten dan rapi, film ini bakal lebih nge-hits.
Transformers 3 is all impressive on technical level. The best presentation in 3D. But messy script and ridiculous acting make you laugh.
Deathly Hallows: Part II blew me away, awesome and brilliant. Pure blockbuster with heart and intense action. The best in the series.
Heist. Explosion. Crash. Fast Five is unstoppable ride for summer.
Instant fairy tale set on contemporary era packed with fascinating performance, wonderful score and intense action. Just like David Lynch said Wright world is wild at heart and weird on top.
Instant fairy tale set on contemporary era packed with fascinating performance, wonderful score and intense action. Just like David Lynch said Wright world is wild at heart and weird on top.
Outstanding and charismatic performance by The Beaver, and also Mel Gibson and Jodie Foster. Beautifully directed, touching story, but not enough satisfying. Screen become black when outstanding trio are going off.
Strong script, touching performance, good direction, cool music and intense action. X-Men: First Class is the perfect summer trip and one of great movies this year. Full review here.
Dengan premis yang menjanjikan dan ekspektasi yang cukup besar, film ini ternyata sangat flop. Saya tidak akan berbicara tentang departemen akting yang memang sudah sangat kurang. Dari segi eksekusi cerita, film ini sangat dipaksakan, dan tidak ada klimaks yang memuaskan. Sangat disayangkan, untungnya nonton gratis. Sangat tidak worth untuk ditonton, walau anda suka kisah cinta remaja.
Akting Moses dan kawan-kawan diawal memang meyakinkan, sangat menyebalkan. Walau skripnya kurang bagus dan aktingnya standar, film ini cukup baik, menegangkan sekaligus lucu, film yang menghibur di musim panas yang 'dingin' ini.
Bisa saja menjadi sangat bagus jika akting-akting pemainnya jauh lebih matang dan naskahnya bisa lebih fokus. But overall film ini cukup solid untuk sebuah hiburan.
Mengutip perkataan dari Total Film "Bagi kalian semua yang terganggu atau tidak suka dengan suara keributan yang keras, lebih baik menghindari film ini, score-nya sangat kuat pengaruhnya." Untuk sebuah horor, Insidious memiliki plot yang kurang kuat. Seram? TIdak terlalu, hanya musuh besar yang muncul di akhir film memang sangat menakutkan, "mengkombinasikan warna Darth Maul dengan iblis yang sering kita lihat di film-film lain. Dan, setelah itu yang bersuara keras, yang berteriak bukan hanya soundtracknya. Tapi seisi gedung bioskop."
Film favorit saya tahun 2009, bukan karena saya fans berat James Cameron tetapi memang film ini sangat menyentuh dan abgus
Film yang sangat luar biasa, akting Clooney sanagt menyentuh dan memorable
Film Quentin Tarantino terbagus yang pernah gua tonton
Sebuah film yang luar biasa dari segi visual tapi sayang kurang mengena dari segi cerita
Bukan film romantis yang menye-menye, tetapi film ini bakal membuatmu kagum, keren
Walau saya melihat jauh lebih bagus trailer dibandingkan filmnya sendiri, tetap saja film ini menyilaukan mata
Masuk jadi 5 film favorit gua tahun lalu, keren dan lucu abis
Amazing directing and I two thums up Natalie Portman, magnificent performance
Too flat to be good? Great premise but not in visualization. Anyway great performance Javier Bardem.
Beautiful movie with beautiful score. Totally brilliant and touching performance by Colin Firth, beautiful King George VI biopic.
Terlepas dari kekurangannya, film ini dapat tampil menghibur. Mungkin karena belum pernah nonton Scream 1, 2 dan 3 jadi Scream 4 terlihat lumayan
Pertama kali nonton horror Thailand di bioskop, dulu jaman kecil pernah nonton di DVD tapi gak pernah full. Denger-denger horor Thailand juara, tapi film ini bisa dibilang mengecewakan. Gak serem-serem amat bahkan kadang konyol. Plot juga hambar malah cenderung berantakan. Para akting pemain juga terlihat tidak solid. Kontras gambarpun terlihat gelap.
Satu-satunya alasan saya menonton film ini karena saya terlahir di generasi berbeda dengan John Carpenter dan saya ingin menonton filmnya di bioskop. Dengan julukan Master of Horor sangat disayangkan Carpenter membuat film seperti ini. Untuk saya yang penaku,t film ini sama sekali tidak ada serem-seremnya. Untuk hal-hal yang lain seperti skrip, akting sama saja. Maaf John Carpenter come back-mu tak sukses. Salah satu dari tiga film terburuk tahun ini setelah Sucker Punch dan London Boulevard. masih jauh lebih bagus film Indonesia berjudul hampir mirip, ya kan?
Musik opening sequence? Cool. Adegan pertarungan pertama Baby Doll? Lumayan. Musiknya? Luar biasa. Sisanya? Sampah, cari film lain yang lebih bermutu. Mungkin jika mengajak yang doyan video game akan dapat bernostalgia. Keponakan saya bahkan bingung ini film atau video game. Kenapa Snyder membuat 2 film kurang bagus belakangan ini? Mudah-mudahan Superman bakal sangat bagus seperti apa yg dilakukan Nolan utk Batman, biar bisa hilang 'benci' saya sama hero itu seperti kepada Batman saat nonton The Dark Knight.
Walau trailernya tidak meyakinkan, film ini melewati batas ekspektasi saya. Musik yg keren, direction yang bikin 'nge-fly' dan akting karismatik Bradley Cooper. Sayang skripnya tak berjalan lancar dan durasinya terlalu lama.
Walau membosankan diawal tetapi film ini bisa dibilang sangat bagus. Tentang kesedihan, ketidakrelaan, keikhlasan, kehidupan yang pahit, semesta paralel - film yang akan membuatmu menangis. Permainan akting Aaron Eckhart dan Nicole Kidman luar biasa.
More Michael Bay than ever? Meet the pretty guy, Alex Pettyfer, he is number four, he can shoot magnetic energy from his hand but he's not Iron Man, he's an alien. He has some issue like bad acting (and also everyone here). Anyway, why we need romance for this dissapointing action flick? The really good point for this is the number six, Teresa Palmer. How about we change the title to 'I Am Number Six'?
Filmnya cukup lucu walau gak terlalu (mungkin kurang familiar dgn joke-joke Inggris), walau gory tapi jg tdk spesial. Yg paling spesial disini atmosfir ketegangannya yg bisa dibilang sangat bagus. Sayang animo penonton film ini sedikit sekali, terbukti belum seminggu perilisannya tinggal diputar di 2 site di Jakarta.
Bukan sebuah film yang bagus, dilihat dari sisi cerita dan akting beberapa pemainnya. Tetapi Trust menyuguhkan pesan moral yang sangat bagus, salah satunya bagaimana cara menghadapi anak yang sedang bermasalah.
A mindfuck? Inception? Source Code is confusing but exciting. It's not just a technical level like Inception, it's also blend humour and drama although I admit a little pointless. Great script, acting and direction - beware Duncan Jones will blown you away.
Sangat disayangkan kita tidak dapat menikmati Sanctum 3D. Cukup memuaskan dari segi visual dan drama ayah - anak tetapi sayangnya akting dan plotnya terlalu payah.
Sebuah dokudrama yang luar biasa; akting yang solid, penyutradaraan dan skrip yang baik. The realistic way of suspense.
it's fun and entertaining, telling you about love and friendship. Its Scott Pilgrim in Asia-way.
The only reason I'm watching this 'cause curious Woody Allen's. Well predictable; boring. At least its not pointless and there's famous people
Being formulaic is not a sin. Same old same old. Strong enough for comedy but not in romantic ways.
I don't think it's great movie, doesn't offer any twist in this courtroom drama thriller formula. But its pretty hard if you miss a few scene. With charming and solid cast, this movie you should watch, good and pretty enjoyable.
Pointless and SO BORING
Pointless and SO BORING
Not satisfying on visual thrills but it will twist you over and over
Dengan membawa tema yang bagus seharusnya film ini dapat dieksekusi dengan luar biasa
Murni film kelas B: seks, kekerasan, cerita dan efek visual yang cheesy. Tetapi saya akui film ini menghibur, lucu dan memiliki musik yang cool. Pretty watchable.
Silly flick with 3D, The Accountant and Amber Heard steal the show. Cool 3D but I have problem with the brightness.
Film yang bukan hanya buruk tetapi SANGAT SANGAT BURUK
Smart and with integrity, blend fact-based biopic, documentary (with some actual footage), drama and politic. Sean Penn and Naomi Watts are good pairing, it will thrill you out!
Setelah melihat Hello Stranger dan review-review positif atas film ini, saya langsung tertarik menontonnya. Memang film yang segar, lucu dan menyentuh. Terlepas dari kekurangannya, film ini tampil apik, karena film drama romatis tidak membutuhkan plot yang luar biasa tetapi dapat membuat penontonnya terhipnotis dengan kisahnya. Film ini sekilas seperti film dan sinetron Indonesia yah, apalagi pemain-pemainnya ada yang mirip orang Indonesia, hehe mudaha-mudahan film dan sinetron kita bisa sesegar ini di masa mendatang. Overall film-film komedi romantis Thailand harus ada di daftar nonton kalian jika film-film tersebut meraih review yang cukup/sangat positif
B.O.R.I.N.G
Led by captivating performances from Mark Wahlberg, Christian Bale, Melissa Leo and Amy Adams, The Fighter is a solidly entertaining, albeit predictable, entry in the boxing drama genre.
Jason Statham and Ben Foster are good pairing, tough and badass but not this movie
Script yang sangat buruk bahkan konyol, untungnya dapat SEDIKIT bikin saya deg-degan. Kalau tidak gratisan mungkin saya tak akan menonton film ini.
It's not movie (see how it bad: editing, script and acting). I's Burlesque, when 'naughty' girl dance and *some* sing. I like the stage performance, Bound To You and Express part especially closing ones: Show Me How You Burlesque. I hope Xtina will be better next time, assume like Justin Timberlake in The Social Network.
Not so funny and good script I think, but the action (especially Kato's vision) and Michel Gondry's Eternal Sunshine visual is looking good. See it in 3D, pretty good for convertion. Hope Deathly Hallows Part II will do the same. 3/5
Walau cerita (terutama bagian ending) tidak di eksekusi dengan baik, tapi keindahan pemandangan, ketenangan, ketegangan, dan musik yang cukup cool membuat film ini bisa dibilang cukup luar biasa
Although not as amazing as Dragon Tattoo but it's better than Played With Fire. Curious how Fincher will amaze us with this trilogy remake. Can't wait December.
Never watch the Swedish version, I think its amazing movie, and remake its great. Mellow but brutal, love it.
Film drama politik yang jujur dan brilian. Kita disuguhkan keteguhan prinsip seorang Rachel sebagai jurnalis untuk tidak mengungkap sumbernya walau dalam tekanan apapun, tetapi kenyataannya walau dia mau dia tidak bisa karena publik dan pemerintah tidak akan mempercayainya karena cukup sulit diterima akal sehat. Sebuah film yang sangat sayang untuk dilewatkan.
Berbeda dari dua film sebelumnya, tetapi plot yang berantakan tetap membuat film ini jauh lebih baik
Hold your breath! Ryan Reynolds makes you buried for 90min, make studio like a coffin. Amazing movie of 2010
The Girl Who Played With Fire: Boring sequel? I think so, but Rapace's performance is still awesome.
More like life with little 'key' and luck than movie. Boring and sucks? Enjoy it's life. 3/5
Most 3D amazing movie this year, outstanding visual and score but lack of story. A must see on RealD OMG 3D!
One of best animation movie this year after How to Train Your Dragon and Toy Story 3
Amazing script, great acting and cool music. High analysis is needed for watch it!
Milla Jovovich adalah satu-satunya alasan untuk menonton film ini, oh ya 3D-nya keren
Sesuatu angin segar dari perfilman Indonesia?
Untuk ide memang, tapi untuk keseluruhan belum.
Film ini menceritakan bahwa orang jahat dapat menjadi baik dengan cara yang fun.
Lupakan plotnya, nikmati tarian, musik dan 3D yang cool
Film yang terlalu gelap untuk ditonton, sampai-sampai kamu tidak tahu apa yang terjadi di bawah air. Film ini sangat cocok bagi pecinta genre gore yang gila-gilaan.
Film dengan ensemble cast yang lumayan, terlepas dari kekurangannya lumayanlah untuk ditonton
Untuk fans Harry Potter mungkin film ini seru dari awal sampai akhir, tetapi untuk movie goers akan keluar dengan hanya melihat setengah cerita film