Baru beberapa menit film dimulai, '?' sudah memperlihatkan hal yang cukup ofensif. Segerombolan pria muslim bersinggungan dengan seorang pemuda oriental. Salah satu pria muslim mengumpat "Sipit!" dan si pemuda oriental membalas "Teroris! Asu!".
Lalu mereka berantem. GELUT! Gebug-gebugan...!
Gw ngakak. Lawak. Ternyata film beginian toh... ngumbar-ngumbar hal eksplisit yang jatohnya bakal jadi khotbah standar. Dimulai dari adegan ini, gw mulai membenci film ini.
Mengambil setting di Semarang, '?' mengisahkan kehidupan beberapa individu dan konflik-konflik yang mereka hadapi. Konfliknya berbagai macam, dari agama, karir, sampai yang paling penting: identitas.
Ada Soleh (Reza Rahadian), seorang pria pengangguran yang berusaha untuk membuktikan bahwa dirinya layak menjadi seorang suami ke istrinya, Menuk (Revalina S. Temat), seorang wanita muslim yang bekerja di restoran oriental yang menjual makanan halal sekaligus haram.
Di restoran itu sendiri Menuk menghadapi konflik dengan Hendra (Rio Dewanto), anak pemilik restoran yang pernah memiliki hubungan dengannya. Hendra sendiri bermasalah dengan orang tuanya perihal cara pengelolaan restoran tersebut.
Lalu ada juga Rika (Endhita), seorang ibu yang pindah agama setelah suaminya memutuskan untuk berpoligami. Ia harus menghadapi cercaan-cercaan yang datang bahkan dari anaknya sendiri. Ia menjalin hubungan dengan Surya (Agus Kuncoro), seorang pria yang mati-matian berjuang meningkatkan karirnya sebagai aktor.
Jalur cerita Rika sebenarnya cukup menarik, tapi sayang, susah bagi gw untuk mencerna ada anak SD yang berperilaku sekritis itu pada umurnya. Selain itu, ada peraturan "show, don't tell" yang dilanggar di jalur cerita Rika. Ia terus menerus meratapi nasibnya yang dicerca oleh banyak orang, tapi kita hampir tidak melihat kejadian tersebut.
Surya, si aktor kelas teri, mungkin memiliki jalur cerita yang paling lemah diantara yang lain. Oke, mungkin kita bisa merasakan perjuangan dan ratapannya (terlebih saat dia berperan menjadi Santa Claus), tetapi jalur ceritanya seakan menghilang di bagian-bagian akhir film.
Bisa dilihat jalur-jalur cerita di '?' sangat berbau forced drama. Untungnya, semua tokoh sentral diperankan dengan sangat baik oleh aktor-aktornya. Balutan musik yang menghiasi film ini juga sangat membantu untuk memainkan mood penontonnya. Plus, dari segi pengambilan gambar, Hanung Bramantyo berhasil melakukannya dengan sangat baik.
Perlahan-lahan, di pertengahan film, gw mulai berhenti membenci dan mulai menikmati film ini. Pesan-pesan moral yang terkandung di film ini mungkin memang hit and miss karena terlalu bejubel dan (kadang) dijejalkan secara eksplisit, toh gw sendiri cukup mengacuhkan pesan moralnya.
Tetapi walau begitu, gw nggak ngerasa diceramahi atau menonton sebuah khotbah. Di akhir film, gw mengaku kalah. Gw nggak bisa membenci film ini. Walaupun cukup mudah melihat kecacatan di film ini, gw menikmati bagaimana film ini berhasil mempermainkan mood gw.
Movie Reviews
This film should've won the Best Picture instead of The King's Speech.
Film favorit gw di 2010.
Baru beberapa menit film dimulai, '?' sudah memperlihatkan hal yang cukup ofensif. Segerombolan pria muslim bersinggungan dengan seorang pemuda oriental. Salah satu pria muslim mengumpat "Sipit!" dan si pemuda oriental membalas "Teroris! Asu!".
Lalu mereka berantem. GELUT! Gebug-gebugan...!
Gw ngakak. Lawak. Ternyata film beginian toh... ngumbar-ngumbar hal eksplisit yang jatohnya bakal jadi khotbah standar. Dimulai dari adegan ini, gw mulai membenci film ini.
Mengambil setting di Semarang, '?' mengisahkan kehidupan beberapa individu dan konflik-konflik yang mereka hadapi. Konfliknya berbagai macam, dari agama, karir, sampai yang paling penting: identitas.
Ada Soleh (Reza Rahadian), seorang pria pengangguran yang berusaha untuk membuktikan bahwa dirinya layak menjadi seorang suami ke istrinya, Menuk (Revalina S. Temat), seorang wanita muslim yang bekerja di restoran oriental yang menjual makanan halal sekaligus haram.
Di restoran itu sendiri Menuk menghadapi konflik dengan Hendra (Rio Dewanto), anak pemilik restoran yang pernah memiliki hubungan dengannya. Hendra sendiri bermasalah dengan orang tuanya perihal cara pengelolaan restoran tersebut.
Lalu ada juga Rika (Endhita), seorang ibu yang pindah agama setelah suaminya memutuskan untuk berpoligami. Ia harus menghadapi cercaan-cercaan yang datang bahkan dari anaknya sendiri. Ia menjalin hubungan dengan Surya (Agus Kuncoro), seorang pria yang mati-matian berjuang meningkatkan karirnya sebagai aktor.
Jalur cerita Rika sebenarnya cukup menarik, tapi sayang, susah bagi gw untuk mencerna ada anak SD yang berperilaku sekritis itu pada umurnya. Selain itu, ada peraturan "show, don't tell" yang dilanggar di jalur cerita Rika. Ia terus menerus meratapi nasibnya yang dicerca oleh banyak orang, tapi kita hampir tidak melihat kejadian tersebut.
Surya, si aktor kelas teri, mungkin memiliki jalur cerita yang paling lemah diantara yang lain. Oke, mungkin kita bisa merasakan perjuangan dan ratapannya (terlebih saat dia berperan menjadi Santa Claus), tetapi jalur ceritanya seakan menghilang di bagian-bagian akhir film.
Bisa dilihat jalur-jalur cerita di '?' sangat berbau forced drama. Untungnya, semua tokoh sentral diperankan dengan sangat baik oleh aktor-aktornya. Balutan musik yang menghiasi film ini juga sangat membantu untuk memainkan mood penontonnya. Plus, dari segi pengambilan gambar, Hanung Bramantyo berhasil melakukannya dengan sangat baik.
Perlahan-lahan, di pertengahan film, gw mulai berhenti membenci dan mulai menikmati film ini. Pesan-pesan moral yang terkandung di film ini mungkin memang hit and miss karena terlalu bejubel dan (kadang) dijejalkan secara eksplisit, toh gw sendiri cukup mengacuhkan pesan moralnya.
Tetapi walau begitu, gw nggak ngerasa diceramahi atau menonton sebuah khotbah. Di akhir film, gw mengaku kalah. Gw nggak bisa membenci film ini. Walaupun cukup mudah melihat kecacatan di film ini, gw menikmati bagaimana film ini berhasil mempermainkan mood gw.